(Dipublikasikan di Majalah Sagang:Edisi156, 2011)

Berair Kata

Kau dendang
Menariku pada gelakmu
Seka
Sehalus uban ubun sentuhmu pada dawai hening
Semimpi lagu-lagu men-do’a
Tak titipi
Kunci penarik dalam segelas telaga
Kau
Mengurung kunang lambang lamban
Petik hela di senyap kala mentitah
Rapih seikat karat kau lanskapkan pada abu rimbun jamahku
Beriring jelma sua matahari
Ukir kenanga sapa raupmu

            “jarak mu jarakku”
            “genggam kita”
Sela selamat
Agung dari himpitan rakhiem meniduri sepi
Mengayak lidahmu dalam tasbih saksi
Lahirlah kau
Dalam tubuhnya
Berayun tubuhku dalam ijab mustajab wahyu
Dalam rengkuhmu

Yogyakarta, 2011

Rindang Rayu Gumam Suara Terapi Saksi
; pada, Eneste bersama Fa, dan Elayne
Telah ku seduh arak penaklukmu, jalarkan rongga ranggang lungkang
Sepuh kata meniduri musim-musim telaah mawar di puncak biru kisahmu
Sapakah arti renggangkan cahaya melaut lajang ari-ari terkubur
Tiada nisan
Tiada batu
Tiada sepi
Tiada menindai rakus ego
Lantang sendumu yang menyandu madu randu
Memohon lembah sederat kata sapa
E,F,E
Ku eja dalam lipat wahyu
Sebakti putik sunting bunga sukma rampai
Lara terikat lekat pada tangkai kaligrafi purnama di matamu yang menggeliat dari butir berair dengdang ruang salemba ucup kecup takjub diterka rasa rupa rasa
Menderat makna manja senja
Menderet istijabah
Aku pada kalian sesepi kumbang dalam riak cahaya bebintang ranjang.

Yogykarta, 2011.

Jamuan Serupa Liang Cinta Tindai Cindai

Hias asah membasah aksara
Liuk takluk serapah angkuhku menggurun luka-luka
Jelma abdi diri musafiri lentik pemantik rayu cinta
Dalam kota
Kota hati berelief arif mu kumandang rasa
Melirih kerut dahi sesaksi do’a mentitah
Ayumu yang berampai lambai dalam sejadah haltarku di mihrab ini
Taburi jalan alunku
Mengiang bersamamu
Kita dan jamuan rayuan sabda-sabda.

Yogyakarta, 2011

Ja Eja Manja Mu
Hari
Dimana ada ikrar sesempit pengap ruang di sela kultus halusmu
Gumpalkan rambah sekamu pada wajah ku
Kelanakan aku di sebrang danau sumpahmu beriak raipnya senja sudra
Kini
Larik asihmu gontaikan aku
Dalam singkap gapai semai ejamu.

Yogyakarta, 2011

Aku Dalam Malam

Masih mampu kaki ini mengayuh cerita yang terpendam
Seperti hela dalam ruang yang pengap
Terapit sempit yang semestinya
Tak ada keraguan
Terpintal antara suara-suara kecil di sudut tanah yang basah
Ada yang sengaja dicipta
Atau masih tersimpan dalam peti yang terbaris dari ruas jari
Seumpama ronta
Antara ikatan dan umpama
Ada harap
Sisakan yakin antara diri yang serasa kalah
Dari penciptaan ini
Aku sandarkan
Ribuan tanya tentang apa yang telah hilang
Tak mampu sepi ini beralasan dalam semedi yang baru tertutur.

Yogyakarta, 2011

Semampu Langit
Berdiri dengan cagak bendera yang karat
Kibarkan aroma
Aroma
Tersemai lirih di tengah tanda waktu yang masih menuai silsilah langit
Ada tirai
Tirai kehangatan yang tersimpul
Membeku
Simpul silah kecilku yang lirih
Aku hanya mampu merunduk meski ingin meninggi seperti langit
Tak ingin lupa pada jejak kaki yang sempat tersemat
Dan telah tercatat di jantung langit
Aku rindukan ini
Seperti saat aku menceritakan masa-masaku dulu
Masa yang sempat terbuang
Dan terikat kembali di kaki langit

Yogyakarta, 2011
 
Rindu Do’a-Mu

Salam dari kesendirian
Semampu jamah ruas jari yang mengapit malaikat antara istijabah
Tuntunkan ingin
Yang hadir di sudut senja dan pagi
Di sanalah
Dulu ada rangkaian pemujaan
Berdasar dari lembut air yang mendanau di wajah lembutmu
Aku
Yang tegak mampu berlutut
Dalam pintalan ridla yang asing
Sembab
Mengkarat dalam ikrar persujudan
Tak ingin berangsur diam
Hingga kelana menakdirkan aku berdiri di kota yang wangi dengan cerita-cerita
Mulailah aku tersungkur
Bahkan
Dengan sengaja aku benturkan kepalaku


Muncratlah darah dan nanah ini
Ranggaskan tubuh dan pelataran nurani
Hingga tak ingin ku bungkam kembali
Ingin kembali mengepak suci dari aliran air yang mengalir di sela jari kakimu
Aku ingin kembali
Berselimut kain halus dari belai tanganmu

Yogyakarta, 2011

* Alumni al-In’an Banjar Timur, Sumenep. Sedang melanjutkan pendidikannya di UIN Sunan Kalijaga, Fak Adab dan Ilmu Budaya. Aktif di forum diskusi kesusastraan “NEM’MUPE-I Djogja dan Masyarakat AKAR” puisinya  dinobatkan sebagai juara 1 lomba cipta puisi di Minda Media Group, Riau 2011.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar