Judul Buku      : Rahasia Simulasi Mistik Televisi
Penulis            : Dr. Iswandi Syahputra
Penerbit          : Pustaka Pelajar
Cetakan          : 1 Februari 2011
Tebal                : 368 Halaman
Peresensi       : Hasan  Al Banah*

Mistik adalah sebuah realitas yang tidak bisa dilihat secara kasat mata dan tidak bisa dijangkau oleh akal sehat. Hanya orang–orang tertentu yang bisa melihatnya. Kalau dalam agama Islam adalah ustad, ulama’ dan orang-orang yang mempunyai mantra khusus untuk bisa melihat realitas mistik tersebut. Mistik dalam sebagian besar agama bersifat suci, terutama agama Abraham. Mistik lebih dikenal denga sebutan tasawuf, yaitu semacam jalan suci untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Realitas mistik mengalami proses konstruksi ketika sudah ditayangkan dalam banyak film. Mistik tidak hanya sekedar dipahami dengan makna sempit sebagai tasawuf atau jalan sufi sebagaimana dirujuk pada masa awal munculnya konsep mistik Islam pada abad ke-2 dan ke-3 Hijriah. Akan tetapi mulai bercampur dengan magis, klenik dan supranatural. Makna mistik dimungkinkan bergeser dari makna semula setelah mengalami proses konstruksi sosial.
Buku Rahasia Simulasi Mistik Televisi mengkaji secara kritis ihwal perkembangan film mistik yang ada di Indonesia. Banyak film yang bernuansa mistis bagi Iswandi, penulis buku ini, dianggap telah terlampau jauh memberikan simulasi fiktif dan jauh dari realitas yang sebenarnya. Tayangan mistik di sejumlah televisi telah mencipta realitas itu sendiri. Bagi Iswandi semua itu tak lepas dari cengkraman dunia industri yang tujuannya tak lain untuk menarik minat publik. 
Tak heran, tayangan mistik disejumlah industri televisi banyak digemari penonton  karena mempunyai kedekatan sosiologis dengan kehidupan batin masyarakat Indonesia. Hampir disetiap film di Indonesia memasukkan simulasi mistik, baik itu film anak-anak, remaja atau dewasa. Selain simulasi mistik tersebut memiliki kandungan makna yang dalam untuk disampaikan kepada penonton, juga produser mempunyai tujuan yang lebih kongkrit. yaitu untuk mencapai ratting yang tinggi.
Penayangan sinetron dan film mistik diawali dari layar lebar, kemudian merambat kelayar kaca. Industri pertelevisian Indonesia pernah disesaki oleh alam gaib (selanjutnya disebut tayangan gaib), yaitu berupa penampakan mahluk halus. Dalan sejarah pertelevisian tidak ada bukti kongkrit mengurai dari mana asal muasal dan siapa yang menemukan hingga tayangan gaib mendominasi layar televisi.
Apabila ditelusuri dari sejarah film horor layar lebar, perfileman tanah air tidaklah begitu asing dengan tema-tema film horor yang dapat bikin bulu kuduk berdiri. Tercatat dalam sejarah perfilman yang bertemakan horor, pernah mengisi layar bioskop. Beberapa film diantaranya mendulang sukses, hingga harus dibuatkan kelanjutannya.
Pada tahun 1970-an film horor diwarnai dengan tema-tema misteri dengan seting pedesaan, seperti film Beranak Dalam Kubur (1970) atau Setan Kuburan (1975). Seiring dengan kebutuhan konsumen perfilman tanah air, Pada tahun 1980-an film horor tanah air mulai meracik seks sebagai bumbu dalam film horor, seperti, film Nyi Blorong (1982) atau Malam Satu Suro (1988).
Beranjak pada era tahun 1990-an perindustrian film ditanah air mengalami kesuraman, karena biaya perindutrian televisi mengalami peningkatan yang sangat drastis. Pada tahun 2000 perindustrian film yang bertema horor mulai digemari kembali, yaitu diawali dengan sebuah film horor yang berjudul  jelangkung. Meskipun penggarapannya sangat sederhana dan tidak begitu apik, namun animo penonton yang begitu tinngi tehadap film jelangkung kemudian seakan membuka ruang tehadap film sejenisnya.
Sebagai orang awam, penonton selalu tergantung pada dampak narkotis janji agama. Narkotika agama dikontrol dan diedarkan oleh penguasa, karena penguasa yang menguasai dan mengontrol alat-alat produksi dan sirkulasi mental. Pada konteks ini, ulama’ atau ustad dapat disebut sebagai kelas penguasa, karena kekuasaan religius yang dimilikinya.
Sifat umum televisi sama seperti obat kuat yang berbahaya. Mampuh menambah kuat bukanlah kekuatan hakiki yang melekat, namun kekuatan yang dibuat-buat. Bahaya bukan terlatak pada zat obatnya (konten siarannya) tapi lebih kapada kemampuannya menghadirkan the order, yaitu muncul suatu kondisi baru yang seakan nampak seperti yanta, padahal hanya duplikasi saja.
Realitas imajiner diluar realitas dapat berupa alam gaib. Kekuatan gaib bukan sama sekali tidak berhubungan dengan realitas apapun, namun secara subtansil memaksa seseorang untuk mengakui realitas bentukan tersebut. Praktik simulasi oleh televisi erat hubungannya dengan keberadaan hayali, fantasi bahkan ilusi.
Ketika seseorang sering mengkonsumsi sesuatu yang bersifat hayali, fantasi bahkan ilusi, maka realitas yang sebenarnya sulit ditemu. Yang ada hanyalah simulasi palsu dari realitas. Konstruksi fikiran tentang realitas tekstual (nash) agama dapat kontradiktif. Tuhan yang sejatinya berwajah ramah, lembut, penuh kasih kasih sayang bisa berubah manjadi kejam, bengis karena simulasi aktor pemberi azab. Suatu tayangan yang sesungguhnya penuh ironi karena telah menciptakan realitas sendiri yang yang jauh dari realitas yang sebenarnya.
Dengan demikian, Buku Rahasia Simulasi Mistik Televisi menarik untuk dibaca agar kita tak terlalu larut dalam tayangn mistik yang penuh dengan simulasi semu. Buku ini juga membedah beberapa film mistik secara kritis yang dianggap telah terlalu jauh mengkonstruksi realitas mistik menjadi kontradiktif. Buku ini secara tak langsung mengajak publik untuk membuka selubung kebohongan yang telah dikonstruksi oleh televisi kita.

*Penulis, adalah Direktur Utama Lembaga Kemanusiaan dan Pembangunan Peradaban (LKPP) Yogyakarta.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar