Pagi Sembarang Pagi

Jangan sampaikan pagi ini
Sebagai kabar terburukmu
Teh hangat telah kau seduh
Dengan damai

Selagi namamu tergores di kertas putih
Engkau selalu menganggu waktu
Kubuang bersama angin ke barat dan ke timur

Hujan rindu tak kusadari
Menelusup di ruang diri
Kuajak ia ke rumahnya
Menemui tangisan mata di bilik jendela kata

Kuluangkan detik untuk menemui di tepi waktu

Kuambil janji-janjimu
Kubawa ke langit
Kuhaturkan pada semesta bahwa
Engkau hanya cuma punya janji

Walau kau simpan rapat janjimu
Akan kucuri dari balik jendela
Agar rakyat mengerti
“Engkau maha pembohong”

12-22. 2011

*Penyair kelahiran Sumenep. Aktif di Forum Sastra Pesantren Indonesia (FSPI). Tinggal di Yogyakarta. Tulisannya telah dipublikasikan di media baik lokal maupun nasional dan dibukukuan dalam antologi bersama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar