Sekat

jarak merindukan indah
indah merindukan jarak
rindu memper-indah jarak
jarak Memper-indah Rindu
suatu waktu padu
suatu waktu berseteru

Jogjakarta, 2012

Ikhtiar

sesungguh sungguhnya aku
adalah pejalan kaki
di tepi tepi belati waktu

Jogjakarta, 2012

Selendang Kucing

sebelum menidurkan kucing
berselimut jaket selendang
sampai kucing pulas
berkasur jaket selendang
sambil tersenyum membaca mimpinya
-jika kucing juga bermimpi-
aku menulis puisi
di lengan malam

Jogjakarta, 2012

Menjelang Lalu

menikmati ketegangan menjelang tidur;
tidur dalam tegang;
ketegangan sebangun tidur;
nikmat alangkah rasanya
dan rasa nikmat indahnya
dalam ketegangan-ketegangan
yang diantar humbusan ludah
dari mulut-mulut yang lebar
menebar aroma masa-masa;

Jogjakarta, 2012

Lain Ladang

baru saja aku main main di gudang rongsokan dekat rel
dengan sekardus kertas-kertas bekas sumpek di kamar
dengan timbangan yang tak juga begitu bersih
berat ringannya aku menatap dengan senyum getir
mesti beginikah semua yang terjadio disini?
aku bertanya pada semua yang belum melihatnya...

Sajak Sentimentil

percakapan sentimentil
tentang orang-orang sentimentil
yang senang bicara tentang reralitas sentimentil
di tanah air sentimentil
dengan suku bangsa sentimentil
dan bahasa sentimentil

Jogjakarta, 2012

Maut Malam

malam selalu datang sendirian.
kata seorang teman!
kemarin maut datang bersamaan,

Jogjakarta, 2012

Sambil

sebentar lagi,
tunggulah saatnya

Jogjakarta, 2012

Ingin

aku ingin baca puisi di dekatmu
saat kau terlelap menyulam mimpi-mimpi
sungguh,
aku ingin menitip suara dan puisi
dengan jarum-jarum rindu
yang kau tusukkan
di kain lengan malam

Jogjakarta, 2012

Sedang Aku

sedang aku
ada dalam segala mata air
yang keruh di mata

Jogjakarta, 2012
*Pengelola Sanggar Jepit Yogyakarta. Aktivis PMII, PU LPM Literasia, Mantan Ketua Rayon PMII Adab dan Ilmu Budaya. Tulisannya dimuat diberbagai Media local dan nasional.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar