Oleh: Matroni Muserang            

Yang Tak Ku Mengerti Dari Malam

dalam malam yang tak kumengerti
pagi aku berjalan menemuimu
dalam rimba ramai di tepi kota

kutemui semua waktu di malam itu
walau tak ada yang harus memanggil
perjalanan hanya sebuah pesta
untuk mencari makna  

bunga yang harumnya tak ada di dunia
tapi dalam jiwa
aku pun mengerti
bahwa semesta masih harum
untuk kucium nanti


Yogyakarta, 2008

Cahaya Yang Tak Sampai, Mungkin?

cahaya yang tak sampai
semesta menjadi gelap

kita mencari dosa
dengan tangan tuhanmu sendiri
setelah kau ambil cahaya itu
kau buang, jadi sampah

kegelapan sungguh tak sampai
karena malam tanpa kata, rasa, diam!

inilah nisbat kami
untuk kusampaikan
pada kompas cahaya
pada nilai ketaksampaian
pada rimba kegelapan
hingga jiwa terasa diam

diam mungkin satu jalan
yang bisa memisahkan aku dengan malam

Yogyakarta, 2008  
Sepenggal Dari Perjalanan

sepanjang kata
yang belum aku kenal
sepanjang dari perjalanan

serasa semasa sekata
itulah yang terkadang merana dalamdalam
dari sepenggal semesta

kini banyak kata
yang terbuang hanya karena satu rasa
satu derita bahkan berjuta silau
yang ada kini
adalah ketiadaan dari isi

kita terus bersaing di ruang ini
untuk mendapat kemiskinan bangsa
yang selama ini menjadi rebutan nafsu angkara
tak ada renungan untuk berkata “rasa”

dari sekian kita
hidup hanya untuk merampas, melampias
dan mengiringi bisikan-bisikan



*Penyair kelahiran Sumenep. Aktif di Forum Sastra Pesantren Indonesia (FSPI). Tinggal di Yogyakarta. Tulisannya telah dipublikasikan di media baik lokal maupun nasional dan dibukukuan dalam antologi bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar