Oleh: Haryono

SAYA BERPIKIR, masyarakat indonesia yang mayoritas penduduknya muslim tidak memiliki kecerdasan dan tidak berdaya melakukan perubahan,setidaknya bagi dirinya sendiri, disebabkan oleh ketidak berhasilan dalam memberi tafsir dan makna atas konsep shadaqah.

Padahal shadaqah merupakan suatu amalan istimewa dan memiliki demensi ganda, di akhirat sekaligus di dunia. Dalam menyalurkan sebagian hartanya untuk orang yang lebih membutuhkan. Ia tidak hanya menunjukan suatu kecerdasan intelektual spritual, tetapi juga sosial, ia menyinpan energi mesterius. Akan tetapi, implemenatasi di lapangan terkadang orang yang berkesadaran bershadaqah itu sangat sulit dan sedikit kita temui. Shadaqah seakan hanya menjadi sebuah wacana belaka, tanpa menemukan titik aplikasi kejelasan yang nyata. Sejalan dengan berkembangnya zaman modern yang serba ada ini, manusia cenderung lebih hidup dalam individualis, tanpa memperhatikan orang miskin dan peduli pada nasib orang lain. Harta yang dimiliki tidak memiliki manfaat yang nyata bagi kehidupan sosial.

Melalui buku Akibat-akibat Fatal Meremehkan Shadaqah, penulis mengemukakan  dahsyatnya shadaqah baik bagi si penerima maupun si pemberi. Shadaqah sebagai sebuah pembebas diri kita dari lilitan yang sulit untuk kita penuhi, sedangkan untuk si pemberi, ia telah menyalurkan naluri kemanusiaannya untuk saling asih dengan sesama. Namun ternyata di balik itu ternyata shadaqah dapat menimbulkan akibat fatal terhadap kehidupan kita di dunia, misalnya selalu mendapat kesulitan hidup, turunnya harga diri kita di mata umat, cepat binasa harta yang kita miliki, dsb.

Ya, itulah sekilas tentang akibat-akibat fatal yang pasti bakal dialami dalam keseharian hidup kita, selama kita meremehkan perintah Allah dalam bershadaqah. Ironisnya, dalam konteks hari ini, banyak orang-orang dan pejabat yang memiliki harta banyak yang seharusnya membantu menghilangkan sedikit beban hidup rakyat yang miskin justru semakin menjeratnya. Contohnya dengan maraknya para anggota pejabat pemerintah yang kesandung kasus korupsi di mana hal itu tidak sesuai dengan nilai kemanusian, persatuan dan kesatuan, hikmat jiwa kebijaksanaan, keadilan sosial juga nilai ketuhanan.  Lain lagi ketika di akhirat nanti siksa dan cobaan yang akan kita terimah?

Dalam buku setebal 188 halaman ini, penulis juga menjelaskan secara khusus manfaat apa saja yang akan kita ambil saat bersadaqah, dan dia juga mengingatkan pada kita agar selalu bershadaqah setiap saat, di mana pun kita berada baik kaya atau miskin, lantaran harta yang kita miliki hanya titipan Allah untuk di gunakan di jalan kebenaran. Shadaqah adalah anjuran agama sebagai media mendekatkan diri kita kepada sang pencipta bukan semata-mata untuk dipuji.

Bershadaqah tak mesti dengan harta, tidak pula ada kata salah sasaran, siapapun memiliki hak memberi dan menerima shadaqah. Walaupun demikian bagi kita harus tetap memprioritaskan bagi orang yang kesusahan, fakir miskin dan anak yatim (hal 63-64)”. Bahkan kata-kata, senyum yang dibarengi ucapan dengan tulus dan ikhlas dan bermanfaat pun akan bernilai shadaqah dan kekal sampai akhirat. Karena Allah SWT, kelak akan menghitung shadaqah kita yang didasarkan pada ridha-Nya.

Yang paling menarik dari buku ini teletak pada kedetailan penulis dalam menjelaskan arti shadaqah dan akibat-akibat fatal meremehkan shadaqah dengan didasarkan pada ayat-ayat suci Alqur’an dan Hadits. Penulis misalnya menjelaskan akibat nyata dari meremehkan shadaqah bisa berupa kesukaran hidup dan jatuhnya harga diri di dunia. Sementara di akhirat, harta akan dikalungkan dan menjelma menjadi ular yang sangat berbisa hingga melumat tubuh kita.

Satu hal yang bagi saya barangkali kurang, dalam buku ini belum disinggungnya perintah shadaqah wajib yaitu (zakat). Dimana perintah zakat dalam al-Qur’an selalu di sejajarkan dengan shalat, yang itu merupakan tiang agama.

 Lepas dari itu Furqan al-Azizy dalam ulasannya sangat bagus dan mudah diterima dengan akal. Selamat membaca dan mengaplikasikannya, Khairunnas anfauhum linnas..!

Data Buku:
Judul Buku: Akibat-akibat  Fatal Meremehkan Shadaqah
Punulis: Furqan Al-azizy
Penerbit: Divapress
Terbit: Februari 2013
Tebal: 188 Halaman


Tidak ada komentar:

Posting Komentar