Temu Alumni Al-In'Am Yogyakarta (IKAAY) 
IKAAY.COM, Yogyakarta – Ikatan Keluarga Alumni Al-In’am Yogyakarta (IKAAY) pada Jumat malam kembali menggelar rapat koordinasi di serambi Multi Porpuse UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (7/12/18). Acara rapat koordinasi dan silaturrahmi ini dihadiri oleh sekitar 11 orang dari keseluruhan anggota aktif di Yogyakarta yang berjumlah 18 orang.

Pada pertemuan ketiga kali ini lebih memfokuskan untuk membicarakan tentang proses dokumentasi sejarah pendirian Sekolah Al-In’am yang data-datanya masih membeku di beberapa orang anggota IKAAY. Sementara, pada rapat sebelumnya lebih fokus pada persoalan pengembangan website (www.ikaay.com) sebagai media ekspresi dan juga silaturrahmi. Salah seorang anggota IKAAY menyebutkan, bahwa data tersebut masih ada di beberapa orang.

“Data-data itu masih mentah. Dahulu, memang sempat digarap, tapi mengendap di beberapa kawan,” ungkap Marsus anggota IKAAY sekaligus CEO Sulur Pustaka di Yogyakarta.

Untuk menyelamatkan data-data tersebut, kata Marsus, pihak yang telah menuliskannya akan segera dihubungi. Kendati data sudah ada yang didapat dan berhasil dituliskan, para anggota IKAAY bersepakat untuk mengumpulkan data lebih lanjut lagi dan melengkapi kekurangan yang diperlukan. Hal ini yang menurutnya perlu waktu untuk melengkapi kekurangannya, karena para anggota aktif IKAAY masih berada di Yogyakarta. Sementara untuk melengkapi data tersebut harus melakukan wawancara kepada guru pendiri Al-In'am yang berada di Sumenep.

Ketua IKAAY, Shiddiqi, mengusulkan agar menghubungi anggota lain yang sudah berada di Sumenep untuk melakukan pengumpulan data dan mendalaminya agar lebih matang. Sementara beberapa anggota rapat menyarankan agar data yang sudah ada itu dikumpulkan terlebih dahulu agar data yang akan dikumpulkan berikutnya lebih fokus dan tidak membuang-buang waktu.

Selain membahas tentang pengembangan data sejarah berdirinya Al-in’am, rapat yang digelar ini juga membincang lebih lanjut tentang konten website sebagai media ekspresi dan silaturrahmi agar lebih menginpirasi, baik bagi para alumni Al-In’am atau para siswa yang masih berada di bawah naungan Yayasan Al-in’am. Syaiful Amri, sebagai pengelola website berharap agar website diisi secara intens oleh anggota IKAAY, alumni Al-In’am, dan para siswa yang masih belajar di Al-In’am.

“Ruang ini (website), bukan sebatas sebagai media online yang berisi tulisan anggota IKAAY, tapi semua alumni dan para siswa sekolah Al-In’am dapat ikut serta mengisi dengan mengirimkan tulisannya kepada email redaksi,” kata Amri di tengah-tengah rapat. (jk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar